Jakarta, 27 April 2026 – Kementerian PPN/Bappenas dan Impact Investment Exchange (IIX) secara resmi menandatangani dua dokumen kerja sama di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (27/4). Kedua dokumen kerja sama tersebut adalah Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama untuk mengembangkan Kemitraan dalam Penguatan Ekosistem Pembangunan Berkelanjutan dan Sinergi Sumber Daya untuk Mendukung Pengembangan Kewirausahaan Perempuan melalui SDGs Entrepreneurial Center.
Kemitraan tersebut melembagakan kolaborasi jangka panjang untuk mendukung target-target pembangunan di Indonesia khususnya yang terkait dengan kesetaraan gender dan penangangan perubahan iklim sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), Pelaksanaannya diarahkan untuk membentuk kerangka kerja untuk memobilisasi pendanaan, penguatan ekosistem, dan peningkatan skala usaha berdampak, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dipimpin atau yang berdampak pada perempuan.
“Kemitraan dengan IIX ini sangat strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mentransformasi model investasi berdampak (impact investment) menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan. Fokus untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan kelompok rentan melalui SDGs Entrepreneurial Centers diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian SDGs dan memperkokoh fondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, CEO IIX Prof. Durreen Shahnaz mengapresiasi kepemimpinan Indonesia di regional ASEAN: “Melalui kolaborasi strategis dengan Bappenas, Indonesia mempertegas komitmen pembangunan berkelanjutan di ASEAN. IIX akan memfokuskan dukungan untuk memperkuat agenda SDGs melalui Orange Movement™ guna menutup kesenjangan pembiayaan bagi UMKM. Dengan menghubungkan antara modal yang terarah dan pasar yang partisipatif, kita sedang membangun rantai nilai yang utuh untuk pertumbuhan inklusif yang menjangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah.”
Pengembangan kemitraan Kementerian PPN/Bappenas dan IIX ini juga mendorong kemitraan multipihak untuk menutup kesenjangan pembiayaan TPB/SDGs, sekaligus menjadi model bagi pemerintah dan organisasi berdampak di tingkat global dalam merancang solusi pembiayaan bagi usaha-usaha yang prospektif untuk ditingkatkan skalanya. Kontribusi multipihak ini ditunjukkan melalui dukungan dari Global Affairs Canada (GAC) melalui Program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI) yang dijalankan IIX di Indonesia. Kemitraan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin regional dan global dalam pembiayaan inovatif yang inklusif.
